8 Cara Mengalahkan Kebencian dalam Hubungan

kebencian dalam hubungan

Jika Anda menjalin hubungan, Anda mungkin akan mengalami sesuatu hal yang Anda benci. Jika bukan sesuatu yang nyata, Anda pasti bisa merasakan kehadirannya. Kebencian tersebut ada di suatu tempat, baik itu jauh atau dekat, namun Anda tidak dapat melihatnya. Kebencian bisa hadir bahkan dalam suatu hubungan yang intim. Namun, pasangan-pasangan yang hebat bisa menanganinya dengan baik.

Ketika Anda terbangun di pagi hari dan melihat ruang TV berantakan, Anda akan menyalahkan pasangan. Jika ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar bersama teman-temannya dibandingkan dengan Anda, Anda akan mempertanyakan cintanya. Ketika Anda mulai membandingkan pasangan Anda sekarang dengan bekas pasangan Anda, maka berhati-hatilah. Menyalahkan, mempertanyakan, dan membandingkan adalah sedikit dari sekian banyak tanda kebencian. Jika pasangan-pasangan hebat di luar sana bisa menangani kebencian mereka, maka Anda pun bisa.

Berikut adalah 8 cara untuk mengalahkan kebencian dalam hubungan.

Introspeksi

Sebelum rasa menyalahkan ini menjadi semakin nyata, introspeksi adalah awal yang baik. Terkadang kita tidak menyadari, alasan yang membuat hubungan kita menjadi buruk adalah diri kita sendiri. Pastikan apakah sumber permasalahan datang dari pasangan atau berhubungan dengan mereka. Lakukan introspeksi menyeluruh dan temukan akarnya. Jika sumber masalahnya bukan pada pasangan, maka justru akan muncul masalah baru jika Anda terus memelihara kebencian tersebut.

Mengakui perasaan

Ya, melupakan masa lalu adalah cara lain untuk meredakan kebencian. Namun, jika Anda sudah menemukan sumbernya dan tahu siapa yang memulai permasalahan, jangan berhenti di sana. Akan sangat tidak adil bagi pasangan Anda, apalagi jika hal itu terjadi setiap hari. Jika Anda terus menerus merasa pasangan Anda sangat menjengkelkan, akui perasaan itu. Disanalah masalahnya, dan Anda harus memikirkan apa yang menyebabkan pasangan berperilaku demikian. Jika penyebabnya adalah sesuatu yang bisa diubah, mintalah ia untuk berubah. Bila perlu Anda bisa membantu mereka dalam proses perubahan tersebut.

Jujur pada diri sendiri

Bagi seseorang yang tidak pernah membenci siapapun, ini mungkin sulit. Namun jika Anda merasa terluka, maka di sanalah letak kebencian itu. Anda harus jujur bahwa memang ada yang tidak beres dengan pasangan. Masalah ini harus diselesaikan sebelum merusak hubungan Anda, dan Anda juga harus jujur pada diri sendiri jika ternyata Anda-lah sumber masalahnya selama ini. Dengan kejujuran itu, Anda akan tahu siapa yang harus berubah.

Jangan membandingkan

Ketika mendiskusikan masalah dengan pasangan, jangan membandingkan siapa yang lebih baik. Hubungan bukanlah kompetisi. Anda justru harus bekerja sama untuk meraih sesuatu, dan Anda tidak bisa menang jika pasangan Anda kalah. Meski Anda adalah pihak yang terluka, pastikan Anda tidak melukai pasangan Anda dengan saling membandingkan karena hanya membuat keadaan semakin buruk. Sebagai gantinya, cobalah berdiskusi dengan kepala dingin untuk menemukan solusi terbaik bersama-sama.

Hidup di masa kini

Semua orang melakukan kesalahan karena tidak ada manusia yang sempurna. Jika Anda membenci apa yang terjadi di masa lalu, berhentilah melakukan hal itu. Masa lalu sudah berakhir, begitu juga dengan segala permasalahannya yang sudah jauh tertinggal. Anda tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubah keadaan. Lagipula, Anda dan pasangan juga sudah berubah. Kebencian di masa lalu yang terus diingat akan melahap Anda, menguras energi dan pikiran Anda, sehingga Anda tidak bisa fokus pada apa yang Anda lakukan saat ini. Kemudian Anda akan berubah menjadi seseorang yang bukan diri Anda, dan Anda pasti tidak menginginkannya. Lupakanlah masa lalu, yang lalu biarkan berlalu. Jangan sampai masa lalu merusak masa depan.

Belajar minta maaf dan memaafkan

Ketika Anda membuat kesalahan dan menjadi sumber masalah, jangan ragu untuk minta maaf. Setiap orang punya saat-saat yang paling lemah, yang terkadang mengubah mereka menjadi seseorang yang berbeda dan tidak dikenal. Meminta maaf adalah kekuatan, yaitu kemampuan untuk menunjukkan keberanian dan berbuat kebaikan. Seseorang yang meminta maaf punya kekuatan itu.

Jika pasangan Anda meminta maaf atas kesalahannya, tidak peduli seberapa besar kesalahan tersebut, belajarlah untuk memaafkan. Memaafkan menciptakan ruang yang lebih besar dalam hati Anda dan membuat Anda menjadi manusia yang lebih baik.

Ubah cara berkomunikasi

Ketika Anda gagal berdiskusi dengan pasangan, mungkin Anda perlu mengubah cara komunikasinya. Tidak ada seorangpun yang ingin disalahkan. Alih-alih mengakui kesalahan, mereka cenderung menyalahkan orang lain karena tidak bisa memahami mereka. Oleh karena itu, mengubah cara berkomunikasi adalah hal terbaik.

Anda bisa mengatakan sesuatu seperti, “Caramu berbicara padaku kemarin sebenarnya melukaiku,” bukannya, “Aku benci dengan cara bicaramu kemarin.” Atau, “Kupikir aku butuh sedikit bantuan untuk mencuci baju,” bukannya, “Siapa yang akan mencuci baju? Aku lagi? Terus apa yang kamu lakukan?”

Jaga keintiman

Menjauhi pasangan secara tiba-tiba bukanlah ide bagus. Bukannya memikirkan kesalahan apa yang mereka perbuat, pasangan Anda justru akan berpikir Anda tidak mencintai mereka lagi. Hal itu tidak menyelesaikan masalah. Sebagai gantinya, jaga keintiman dengan pasangan sampai Anda merasa sudah tiba saatnya membicarakan masalah yang ada.

Kebencian dalam hubungan adalah sesuatu yang normal. Setiap orang setidaknya mengalaminya sekali dalam hidup. Daripada menganggapnya sebagai masalah, anggap saja sebagai ujian yang jika berhasil dilewati, maka hubungan Anda akan semakin kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like