Memahami Adult Attachment Theory

Para ahli telah mencoba menjelaskan bagaimana kita terhubung satu sama lain menggunakan adult attachment theory. Ketika kita kecil, kita memiliki keterikatan (attachment) yang kuat namun sederhana pada pengasuh kita, terutama orang tua. Namun, orang dewasa memiliki hubungan yang lebih rumit dengan orang lain.

Banyak ahli telah menjelaskan bagaimana gaya hubungan kita berakar dari keterikatan di masa kecil. Apakah hal ini benar? Bisakah kita menggunakan pola keterikatan masa lalu untuk menjelaskan interaksi kita dengan orang lain di masa kini?

Sejarah Adult Attachment Theory

Adult attachment theory berasal dari riset di awal abad 20-an tentang keterikatan kanak-kanak. Psikoanalis John Bowlby mempelajari perilaku bayi untuk melihat bagaimana reaksi mereka saat dipisahkan dari pengasuhnya. Bowlby menyimpulkan bahwa reaksi seperti menangis, mencari dengan penuh kebingungan, dan ketergantungan adalah hasil adaptasi atas kehilangan pengasuhnya (seperti saat orang tua meninggalkan mereka di ruangan).

Cindy Hazan dan Philip Shaver meninjau kembali teori Bowlby pada tahun 1987, menerapkannya pada hubungan orang dewasa. Mereka menemukan bahwa hubungan orang dewasa, termasuk percintaan, mencerminkan cara mereka berinteraksi dengan pengasuhnya di masa kecil.

Teori-teori ini memberikan makna lain pada hubungan antar orang dewasa, terutama pada hubungan percintaan. Kita mendapat penjelasan tentang keamanan dan kegelisahan mental, yang memotivasi orang dewasa untuk melakukan tindakan tertentu dalam hubungan.

Tipe-tipe Adult Attachment (Keterikatan Pada Orang Dewasa)

Keterikatan macam apa yang bisa dimiliki orang dewasa dengan pasangan mereka? Inilah keempat tipe adult attachment yang harus Anda ketahui:

  • Secure attachment (keterikatan aman)

Secure attachment artinya Anda memiliki pandangan positif tentang diri Anda dan orang lain. Anda merasakan kehangatan dan perasaan positif lainnya karena memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Namun, Anda juga tetap asyik dengan diri Anda sendiri, tidak tergantung, takut, atau merasa cemburu sepanjang waktu.

  • Anxious-preoccupied attachment (keterikatan penuh kecemasan)

Tipe keterikatan tidak aman membuat Anda mengembangkan pandangan positif terhadap orang lain, namun justru negatif terhadap diri sendiri. Anda ingin hubungan yang hangat tetapi merasa tidak pantas mendapatkannya, bahkan saat Anda mendapatkan pasangan yang baik. Anda menjadi tergantung dan mudah cemburu.

Tipe keterikatan semacam ini terjadi ketika Anda ditelantarkan oleh pengasuh di masa kecil. Kurangnya respons dapat membuat Anda merasa mungkin ada yang salah dengan diri Anda.

  • Dismissive-avoidant attachment (keterikatan yang meremehkan dan menghindar)

Tipe keterikatan ini membuat orang berpikir mereka mandiri secara mental. Mereka melihat hubungan sebagai sesuatu yang tidak penting, dan bahkan negatif. Mereka memiliki rasa kemandirian yang kuat, dan menolak mempertimbangkan hubungan jangka panjang. Versi ekstrim dari perasaan ini bisa tumbuh karena berbagai macam alasan, mulai dari kekerasan hingga penelantaran.

Kemandirian memang baik, namun menghindari hubungan potensial dengan orang lain bisa menuju pada isolasi. Hal tersebut juga menyebabkan rasa takut akan komitmen, bahkan pasangan potensial yang berkualitas. Dismissuve-avoidant attachment juga dapat menyebabkan Anda menyembunyikan perasaan dan emosi.

  • Fearful-avoidant attachment (keterikatan penuh rasa takut dan menghindar)

Inilah bentuk paling ekstrim dari keterikatan tidak aman, seringnya menyebabkan kekerasan parah yang terjadi berulang kali. Fearful-avoidant menyebabkan seseorang merasa bingung dan tidak yakin dengan semua hubungan potensial. Orang dengan keterikatan semacam ini sering mengembangkan pandangan negatif terhadap diri mereka dan orang lain.

Macam-macam bentuk keterikatan ini digunakan secara luas sebagai model standar untuk menjelaskan hubungan orang dewasa. Psikolog, psikiater, dan terapis dapat menyelesaikan masalah dalam suatu hubungan dengan berfokus pada gaya keterikatan mereka.

Bagaimana Keterikatan Mempengaruhi Hubungan Anda

Keterikatan, baik itu jenis aman maupun tidak aman, mempengaruhi beberapa aspek dalam hubungan Anda, seperti:

  • Kepuasan pasangan

Kepuasan pasangan berkaitan erat dengan keterikatan. Jika Anda dan pasangan memiliki secure attachment, Anda sepertinya akan memiliki hubungan yang memuaskan. Secure attachment sering menghasilkan gaya komunikasi dan ekspresi emosional yang baik, yang kemudian menghasilkan kepuasan.

  • Dukungan emosional

Hubungan yang aman menunjukkan pola-pola dukungan emosional yang sehat. Anda mencari dukungan dari pasangan Anda saat membutuhkan, dan begitu sebaliknya. Keterikatan tidak aman menyebabkan kurangnya dukungan atau perilaku ketergantungan.

  • Tingkat keintiman

Keintiman berarti tingkat kedekatan dimana Anda merasa cukup nyaman untuk berbagi emosi, perasaan, dan kisah-kisah pribadi. Jika tingkat keintiman dapat dipengaruhi oleh kepribadian, keterikatan juga memiliki peran penting. Secure attachment memudahkan dua orang untuk menjadi lebih intim satu sama lain, terutama saat mereka mencari kepastian, dukungan, atau kebahagiaan.

Tipe keterikatan juga menentukan cara Anda merespon perpisahan. Contohnya, individu yang aman seringnya memiliki mekanisme koping yang lebih sehat saat pasangan mereka pergi sementara waktu atau meninggal. Mereka juga akan mencari dukungan. Sementara itu, seseorang dengan keterikatan tidak aman sering terjebak ke dalam keputusasaan mendalam, ketakutan, pengasiang, atau luapan emosional.

Apakah Keterikatan Mempengaruhi Durasi Hubungan?

Anda mungkin berpikir bahwa hubungan yang sehat menghasilkan durasi hubungan yang lebih panjang. Padahal tidak mesti demikian. Keterikatan bukan satu-satunya faktor penentu dalam durasi hubungan. Pasangan kekasih dapat berpisah karena sebab yang tak terhindarkan, meski mereka sudah berupaya keras untuk membuat hubungannya tetap utuh. Seseorang dengan anxious-preoccupied attachment juga cenderung memiliki hubungan yang panjang namun tidak memuaskan (bahkan dipenuhi kekerasan), karena mereka takut ditinggalkan.

Kesimpulan

Adult attachment theory menjelaskan bagaimana keterikatan di masa kecil mempengaruhi pandangan kita terhadap hubungan saat dewasa. Keterikatan aman berakar dari interaksi yang sehat, sehingga Anda harus mengemulasinya sebagai orang dewasa untuk memiliki hubungan yang menggairahkan. Keterikatan aman juga melibatkan dua orang dewasa yang memahami dan saling mendukung satu sama lain demi keberhasilan hubungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like