Apa itu Cinta? Inilah Cara Orang Yunani Memahami Cinta dalam 7 Tipe Berbeda

apa itu cinta

What is love? Baby don’t hurt me, don’t hurt me, no more……”

Jika Anda familier dengan potongan lirik di atas, mungkin Anda mengira itu adalah bagian dari meme atau sekedar pertanyaan umum. Padahal, cinta adalah sebuah misteri kehidupan yang tidak jelas makna dan tujuannya. Bahkan orang paling pintar di Bumi sekalipun tidak punya definisi pasti yang bisa memuaskan rasa ingin tahu Anda. Dan dengan banyaknya interpretasi berbeda di sekitar kita, menemukan makna cinta sebenarnya menjadi semakin sulit saja.

Itulah mengapa orang-orang dari zaman dan bangsa yang berbeda telah membahas topik menarik ini. Orang-orang Yunani khususnya, telah berhasil menyusun makna cinta melalui interpretasi yang berbeda-beda. Terbagi menjadi tujuh tipe, makna-makna tersebut dikumpulkan dari berbagai macam bacaan asal Yunani yang ditulis oleh filsuf ternama seperti Aristoteles dan Plato. Dan kini saatnya Anda menemukan jawaban atas “Apa itu cinta?” disini, melalui 7 tipe di bawah ini

Eros

Bagi masyarakat modern, jawaban dari “apa itu cinta?” cenderung mengarah pada tipe cinta yang ini. Di Yunani, eros adalah apa yang disebut orang-orang sebagai cinta erotis yang membutakan, seolah-olah Anda terkena panah Cupid. Panah tersebut akan membumbui perasaan Anda dengan hasrat percintaan, emosi, dan cinta secara fisik, yang akan menghubungkan cinta Anda dengan orang lain melalui ‘kecocokan’. Jenis cinta ini menentang semua alasan yang ada sehingga Anda akan rentan jatuh cinta pada pandangan pertama. Hal ini disebut juga dengan logos.

Philia

Aristoteles dan Plato mendefinisikan philia secara berbeda. Bagi Aristoteles, philia adalah cinta yang terbentuk dari rasa kemanusiaan. Ini artinya cinta Anda pada seseorang tergantung pada kesenangan, kegunaan, dan kebaikan yang ada di pada pasangan Anda. Namun bagi Plato, philia adalah akibat dari eros, karena dua orang mulai menumbuhkan hasrat filosofis setelah mengalami cinta yang erotis. Setiap orang memiliki peran terapis untuk orang lain, dan kedua pihak mendapati philia sebagai rasa cinta karena saling memiliki satu sama lain.

Storge

Apa itu cinta bagi storge? Cinta kekeluargaan adalah jawabannya, terlahir dari hasrat untuk berkomitmen pada satu sama lain seumur hidup. Ketergantungan dan keakraban adalah ciri khas storge, sedikit berbeda dari eros dan philia yang menitikberatkan pada kasih sayang dan rasa cinta. Ini karena storge bisa datang dari anggota keluarga, teman-teman, atau bahkan pasangan yang sudah berpisah. Terlepas dari itu, hasrat seksual dan rasa cinta dapat bertahan jika kedua pihak bersedia untuk membuat komitmen.

Agape

Agape terbentuk dari altruisme, yaitu kebahagiaan universal dari seorang manusia untuk manusia lainnya dan sesama makhluk hidup. Yang berarti makna cinta adalah adanya rasa bahagia yang pada dasarnya datang dari segala hal, mulai dari Tuhan, alam, atau orang lain. Untuk yang terakhir ini, rasa cinta adalah bentuk yang paling murni, karena setiap orang percaya bahwa cinta itu tidak bersyarat. Kedua pihak akan saling setia, bersabar, mengerti, dan siap mengorbankan diri untuk satu sama lain.

Ludus

Apa itu cinta jika hanya sekedar mainan untuk bersenang-senang saja? Jawabannya adalah ludus, sebuah rasa cinta yang berasal dari keinginan untuk bersenang-senang dengan satu sama lain. Hubungan percintaan ibarat permainan, di mana kedua pihak menemukan kebahagiaan dari saling menggoda, melakukan aktivitas di dalam dan luar ruangan, serta berhubungan intim. Karena sifatnya yang santai, pasangan yang mengalami ludus tidak terlalu memikirkan komitmen dan bisa memiliki hubungan cinta poligami dan poliandri.

Pragma

Pasangan yang berpikir bahwa makna cinta adalah tentang kegunaan, maka mereka memiliki pola pikir pragma. Dalam bentuk cinta seperti ini, kecocokan, sifat pribadi, dan tujuan jangka panjang adalah awal munculnya romansa dan hasrat seksual. Inilah mengapa pragma sering ditemukan dalam pernikahan karena perjodohan atau hubungan di kalangan elit masyarakat seperti selebriti atau tokoh-tokoh politik.

Philautia

Apa itu cinta pada diri sendiri? Itulah philautia, rasa kasih sayang pada diri sendiri melebihi pada orang lain. Meski terlihat negatif dalam sebuah hubungan, beberapa orang percaya bahwa mencintai diri sendiri sangat penting sebelum mencintai orang lain. Dengan mencintai diri sendiri, Anda akan memiliki harga diri yang tinggi dan terhindar dari depresi. Tapi di sisi lain, phlautia juga bisa menimbulkan kesombongan dan arogan, yang bisa bersifat destruktif karena memicu konflik, kebencian, dan ketidakadilan.

Jadi, apa itu cinta? Dan apa yang tidak dianggap sebagai cinta?

Pada akhirnya, makna cinta itu tidak terbatas. Setiap orang berhak merasakan cinta pada orang lain dengan berbagai macam cara, selama itu membuat mereka bahagia. Yang salah adalah ketika cinta menyebabkan perasaan manipulatif, destruktif, dan membawa penderitaan bagi orang lain. Hal ini biasanya muncul dalam hubungan tidak sehat dengan pasangan, teman-teman, dan bahkan anggota keluarga Anda. Dalam kasus ini, perasaan tersebut sebaiknya ditinggalkan.

Dan ingat, apa itu cinta yang muncul dari penampilan fisik bukanlah cinta yang sebenarnya. Cintai tidak sekedar kata-kata, tulisan, sikap, dan aturan terhadap satu sama lain. Namun cinta adalah apa yang membentuk diri Anda karena Anda terhubung dengan pasangan dan menemukan diri Anda di dalam diri mereka. Singkatnya, cinta memiliki aturan sendiri yang tidak bisa dimanipulasi oleh orang lain. Hanya Anda sendiri yang bisa menentukan apakah cinta itu cinta sejati atau bukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like