Bagaimana Cara untuk Mengakhiri Hubungan dengan Benar

mengakhiri hubungan dengan benar

Ketika kita sedah jatuh cinta, kita sering berpikir bahwa hubungan itu akan bertahan selamanya. Kita selalu berharap bahwa inilah satu-satunya, bahwa hubungan ini akan berbeda dari sebelumnya, dan bahwa tidak akan ada yang dapat menghancurkan hubungan Anda.

Namun, terkadang hal-hal tersebut dapat saja terjadi dan hubungan Anda pun berakhir. Jika kita hanya melihat tingkat perceraian, penelitian menunjukkan antara 30 persen dan 50 persen (Meskipun mengukur tingkat perceraian lebih rumit dari membandingkan perkawinan yang bercerai dalam satu tahun), dan karena hal itu tidak dipantau secara teliti, lebih sulit lagi untuk mendapatkan angka dari hubungan yang berakhir pada hubungan yang hanya sepintas dan umum saja.

Mengapa dan Bagaimana Berakhirnya Sebuah Hubungan Dapat Terjadi?

Sebagian besar dari kita memulai hubungan dengan harapan bahwa kita tidak akan pernah mengakhiri hubungan tersebut. Apalagi pernikahan. Pernikahan dibangun atas dasar bahwa pernikahan akan tetap “sampai maut memisahkan”.

Yang termasuk penyebab umum perpisahan  adalah perbedaan sifat, kurangnya waktu yang dihabiskan bersama, ketidaksetiaan, kurangnya interaksi antara pasangan, rendahnya kepuasan seksual, dan rendahnya kepuasan hubungan secara keseluruhan.

Perpisahan mengikuti 10 langkah umum yang telah diuraikan oleh para peneliti :

  1. Gangguan dalam berkomunikasi
  2. Penghindaran fisik
  3. Gangguan lebih lanjut dalam berkomunikasi
  4. Penilaian terhadap situasi
  5. Jarak fisik yang lebih jauh antara pasangan
  6. Perbedaan pendapat dan pertengkaran
  7. Mencoba menyelesaikan masalah
  8. Berkencan dengan orang lain
  9. Mengutarakan perasaan
  10. Mengakhiri hubungan

Walaupun langkah-langkah ini tidak selalu terjadi dan beberapa mungkin terlewati, langkah ini memberikan ide yang bagus untuk proses mengakhiri hubungan bagi orang yang belum menikah. Tapi ini juga tidak memberitahu kita bagaimana caranya untuk mengakhiri suatu hubungan.

Mengakhiri hubungan adalah salah satu hal tersulit yang harus kita lakukan. Tidak masalah dimana Anda berada pada proses perpisahan, mengetahui bagaimana cara untuk berpisah dengan baik dapat membantu peralihan ini menjadi lebih halus dan tidak membahayakan bagi kedua pasangan.

Bagaimana Cara untuk Memutuskan Hubungan dengan Jalan yang Benar?

Kita mengatakan “jalan yang benar”, tapi pada kenyataannya, tidak ada jalan yang benar atau “terbaik” untuk memutuskan hubungan. Setiap hubungan pasti berbeda, dan setiap orang dalam berhubungan juga berbeda. Semuanya tergantung pada Anda untuk mempertimbangkan kepribadian, kebutuhan, dan perasaan pasangan Anda saat Anda membaca artikel ini, dan mencari cara untuk mengakhiri sesuatu.

Pahamilah bahwa tidak ada jalan untuk mengakhiri hubungan tanpa rasa sakit. Kita berharap bahwa kita dapat mengakhiri hubungan tanpa luka dan rasa sakit sedikitpun. Tetapi tidak peduli seberapa rusak hubungan itu, mengakhirinya pastilah akan menyebabkan rasa sakit hati diantara kedua belah pihak. Setelah Anda membenarkan bahwa akan ada rasa sakit, Anda dapat mempersiapkan akibatnya.

Lakukanlah dengan bertatap muka. Jika Anda pernah diputuskan melalui sms atau email, Anda pasti tau bagaimana rasanya diberi sedikit pertimbangan bahwa orang lain bahkan tidak menghiraukan untuk memberitahu Anda secara langsung. Lantas mengapa melakukan hal yang sama? Pasangan Anda berhak untuk dihargai dengan bicara secara tatap muka. Pengaturan tempat yang intim dapat dikatakan lebih baik, tapi jika Anda khawatir pasangan Anda akan bertindak kasar, tempat umum akan lebih aman.

Jujurlah tapi tidak perlu memberikan terlalu banyak detail. Umumnya, seseorang ingin mengetahui mengapa mereka diputuskan. Meskipun “Anda buruk di tempat tidur” atau “Anda kurang berambisi” mungkin terlihat seperti jawaban yang jujur, hal itu tidak menjaga harga diri dan kehormatan pasangan Anda. Gunakanlah kalimat yang refleksif seperti “Saya tidak merasa kita cocok lagi”  atau “Saya berpikir bahwa tujuan jangka panjang kita tidak selaras lagi” adalah cara yang lebih baik untuk mengekspresikan perasaan Anda. Jangan memainkan permainan salah yang orang lain lakukan atau menggunakan kalimat klise seperti “Bukan Anda yang salah, tapi Saya.”

Jangan menyerah pada argumen atau protes. Jika putus hubungan adalah hal yang mengejutkan bagi orang lain, mereka mungkin mencoba untuk berargumen, protes, atau memberikan alasan mengapa Anda harus tetap bersama dan mencobanya sekali lagi. Jika Anda berada pada titik akan berpisah, tidak ada yang dapat memulihkan atau menghidupkan kembali hubungan yang sekarang. Menyerah hanya akan menunda hal yang tidak dapat dihindari.

Tuntaskan Hubungan

Jangan menyarankan untuk tetap menjadi teman. Hindari mengatakan “Mari tetap berkomunikasi”. Untuk melupakan hubungan yang romantis, Anda perlu menghindari  keterlibatan emosional lebih lanjut dengan mantan pasangan. Mungkin saja Anda masih bisa berteman lagi nantinya, tapi ini bukanlah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan kemungkinan tersebut.

Ekspresikan kesedihan Anda saat berpisah dan ceritakan tentang pengalaman indah saat bersama. Diputuskan terasa sangat buruk. Anda dapat meminimalisirnya dengan berbagi pengalaman indah yang pernah dilakukan bersama seperti : “Anda mengajari saya begitu banyak tentang memasak, dan sekarang saya bisa memasak lebih baik, terima kasih”, atau hal lain yang serupa. Anda ingin membuat orang lain merasa bahwa mereka memberikan dampak yang positif terhadap hidup Anda meskipun hubungan itu berakhir. Anda juga mungkin ingin mengatakan sesuatu seperti : “Saya pernah berharap bahwa kita dapat menua bersama dan saya merasa sedih karena itu tidak akan terjadi.” Ini berarti menunjukkan rasa sakit hati pasangan Anda mengenai harapan yang hancur.

Hindari membuat orang lain menjadi “orang yang jahat”. Tidak ada seorangpun yang sempurna. Anda juga memiliki kesalahan, dan menjadikan mantan pasangan Anda menjadi sosok yang jahat adalah sebuah ketidakjujuran (selain dari kasus kekerasan, tetapi bukan itu jenis hubungan yang kita bicarakan di sini). Mereka mungkin telah melakukan hal yang buruk, seperti berselingkuh, tetapi mereka juga manusia. Lebih baik menjelaskan perasaan Anda berdasarkan apa yang pernah mereka lakukan (jika mereka melakukan kesalahan) bukan berdasarkan siapa mereka.

Beri diri Anda waktu untuk bersedih. Bahkan jika Anda yang mengalami putus hubungan, akan ada masanya untuk patah hati, bersedih, dan merasakan rasa sakit. Sadarilah bahwa Anda  juga perlu menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Kelilingi diri Anda bersama orang yang Anda sayangi, lakukan hal yang membuat Anda bahagia, dan ingatlah bahwa menangis dan merasa sedih adalah hal yang wajar.

Kesimpulan

Dalam situasi perpisahan apapun, hal terpenting yang perlu diingat adalah bersikap baik dan berbelas kasih. Mudah untuk melupakan apa yang mungkin orang lain rasakan ketika kita terjebak dalam emosi kita sendiri, tetapi hal itu penting sekali untuk menghindari pemusatan percakapan pada diri Anda sendiri. Jika Anda mencapainya dengan kebaikan dan kasih sayang, segalanya akan jauh terasa lebih mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like