Bagaimana Menghadapi Gaslighting dalam Hubungan

gaslighting

Banyak orang tidak tahu bagaimana menghadapi gaslighting karena bukan bentuk kekerasan yang langsung. Namun, orang-orang yang melakukan gaslighting bisa membuat Anda frustrasi, baik itu dalam hubungan cinta, keluarga, atau pekerjaan.

Pelaku gaslighting (satu bentuk penyiksaan secara psikologis dalam hubungan interpersonal) akan melakukan sesuatu yang membuat Anda marah, lalu mengatakan bahwa itu adalah “kesalahan Anda” atau “Anda terlalu sensitif” ketika Anda memprotes perilaku mereka. Teknik defensif ini akan membuat Anda mempertanyakan realitas Anda, meragukan diri sendiri, dan mengubah Anda menjadi target empuk kekerasan.

Tanda-Tanda Perilaku Gaslighting

Hati-hatilah saat ada orang yang akan melakukan gaslighting pada Anda. Mereka mungkin menggunakan beberapa atau semua taktik seperti berikut ini:

  • Memotong pembicaraan atau menolak mendengarkan

Orang-orang gaslighting akan mengatakan hal-hal seperti “kamu pasti bercanda” atau “kamu membuat aku bingung” ketika Anda mengutarakan sebuah masalah. Mereka mungkin juga secara terang-terangan menolak menjawab, seperti “ini konyol, aku tidak mau mendengarnya!”

  • Mengalihkan atau mengeblok pertanyaan

Taktik ini dilakukan dengan mengalihkan pertanyaan dan mengubah arah pembicaraan. Orang-orang gaslighting mungkin akan mengatakan sesuatu seperti “darimana kamu dapat ide konyol seperti itu?” atau “temenmu lagi yang bilang seperti itu?” karena mereka menghindar dari menjawab pertanyaan secara langsung.

  • Membantah pendapat

Taktik ini bisa berbahaya karena membuat Anda merasa Anda-lah yang salah. Ketika Anda mengajukan pertanyaan atau melemparkan penilaian yang dibenarkan, orang-orang gaslighting akan mengatakan sesuatu seperti “kamu salah” atau “kamu pasti tidak mengingat dengan benar.”

  • Menyepelekan masalah

Ini adalah taktik yang umum dalam sebuah hubungan penuh kekerasan. Ketika korban merasa kecewa, marah, atau sedih karena perlakuan pihak lain, respon menyepelekan mereka bisa berupa sesuatu seperti “kamu terlalu sensitif” atau “apa kamu akan menangis karena ini?”

Secara individu, perilaku-perilaku ini tidak menjadi masalah jika tidak sering terjadi. Namun, ketika Anda mengenalinya pada pasangan, anggota keluarga, atau rekan kerja Anda, ada kemungkinan mereka juga akan melakukan gaslight pada Anda.

Efek Gaslighting

Mengenali seorang gaslighting sangat penting karena mereka dapat membawa efek negatif terhadap Anda.

Menurut The National Domestic Violence Hotline, seorang pasangan gaslighting dapat menyebabkan Anda merasa bingung, tidak yakin dengan diri sendiri, dan terus meminta maaf (namun tidak pernah menerima permohonan maaf). Anda juga akan sulit membuat keputusan dan selalu merasa dihakimi. Ketika berkomunikasi dengan orang gaslighting, Anda terus berbohong atau merasakan dorongan untuk mempertahankan diri.

Efek jangka panjangnya bahkan lebih buruk. Secara perlahan Anda akan merasa tidak bahagia karena sulit bagi Anda untuk rileks atau mengungkapkan isi hati pada orang lain. Pada akhirnya, otak Anda secara perlahan akan membelokkan realita dan Anda akan berhenti menggunakan sudut pandang obyektif. Itulah alasan mengapa hubungan penuh kekerasan jangka panjang sulit diputuskan. Bukan hanya untuk pelaku, tapi juga korbannya.

Melihat hal-hal tersebut di atas, membebaskan diri dari orang gaslighting harus menjadi prioritas begitu Anda menyadari polanya.

Bagaimana Melepaskan Diri dari Gaslighting

Pertama-tama, jangan pernah “mengubah” seorang gaslighting. Anda hanya akan mendapatkan efek negatif jika mereka tidak menyadari masalah mereka dan ingin berubah. Ingat, mereka bukanlah tanggung jawab Anda.

Bagaimana Anda menghadapi orang gaslighting? Inilah beberapa poin kuncinya:

  • Jangan mudah marah

Orang gaslighting menggunakan taktik defensif yang kuat untuk membuat Anda frustrasi. Ketika Anda mengeluarkan reaksi yang keras atau hilang kendali, mereka menjadi semakin defensif, dengan menggunakan reaksi keras Anda sebagai alasannya. Tenanglah dan tegaskan bahwa apa yang mereka alami tidak ada hubungannya dengan Anda. Mulai percakapan dengan kalimat-kalimat diplomatis seperti “aku dan kamu sepertinya beda pendapat. Ayo kita diskusikan.”

  • Renungkan tapi jangan menyepelekan diri sendiri

Menyepelekan diri adalah efek dari gaslighting yang terus menerus. Ketika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda gaslighting, Anda harus merenungkan: “Apa yang sedang mereka coba untuk membuat saya percaya?” Pikiran seperti ini menegaskan bahwa si orang gaslighting sebagai pihak yang bersalah, bukan Anda. Renungan juga mencegah pikiran Anda dimasuki rasa bersalah dan malu.

  • Tanyakan pendapat orang lain

Saat keraguan mulai merayap karena gaslighting, temukan perspektif yang lain. Telepon atau temui seorang anggota keluarga, teman, atau terapis yang Anda percayai. Deskripsikan masalahnya secara detail dan tanyakan opini jujur mereka. Perspektif orang luas biasanya lebih obyektif karena penilaian mereka tidak terhalang oleh emosi atau niat buruk.

  • Tinggalkan lingkungan yang toxic

Orang-orang gaslighting itu beracun, dan mereka sulit berubah. Solusi terakhir Anda hanyalah meninggalkan lingkungan yang membuat Anda tidak bahagia. Hindari orang-orang seperti ini di kantor dan sekolah, dan jangan banyak berinteraksi dengan mereka. Jika Anda berada dalam hubungan penuh kekerasan, segera telepon hotline atau cari informasi tentang komunitas dukungan kekerasan domestik.

Begitu Anda terbebas dari orang-orang gaslighting, Anda mungkin harus beradaptasi dengan perubahan pandangan. Kunjungi terapis untuk membantu Anda memulai perjalanan pemulihan ini.

Mendapat perlakuan gaslighting membuat Anda meragukan kewarasan diri sendiri dan menimbulkan frustrasi tanpa ujung. Mengetahui bagaimana menghadapi gaslighting akan mencegah Anda terseret dalam kehidupan yang tidak bahagia. Mulailah hidup lebih bahagia dan lebih percaya diri dengan menghindari gaslighting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like