Gampang Marah dan Cara Mengatasinya

gampang marah

Setiap orang bisa marah setiap saat, tetapi kemarahan yang tidak terkendali menjadi hal yang menakutkan dan melelahkan. Jika Anda tidak tahu bagaimana menghadapi kemarahan Anda, kehidupan sosial Anda akan buruk. Kemarahan menjauhkan Anda dari teman-teman, memberi Anda masalah dalam pekerjaan atau bahkan hukum, dan mengaburkan penilaian objektif Anda.

Bagaimana Anda mengenali gangguan kemarahan? Solusi apa yang dapat Anda ambil untuk mengatasi masalah ini?

Jenis Gangguan Kemarahan

Kemarahan tidak selalu berupa agresi yang eksplosif. Ada beberapa jenis kemarahan yang bisa dialami seseorang. Antara lain:

  • Passive Anger

Kemarahan pasif sulit dikenali karena diekspresikan secara halus. Misalnya, saat Anda menanggapi sebuah komentar wajar dengan sarkasme, mengabaikan tanggung jawab Anda, atau melakukan hal yang merugikan diri sendiri. Pada umumnya, dibutuhkan seorang terapis untuk mengidentifikasikan kemarahan yang tersembunyi ini.

  • Self-inflicted Anger

Seperti namanya, kemarahan ini ditujukan untuk diri sendiri. Biasanya muncul dalam bentuk rasa bersalah atau malu.

  • Overwhelmed Anger

Kemarahan ini sering muncul sebagai bentuk luapan diri setelah terjadi peristiwa yang melelahkan. Hal ini timbul disebabkan oleh ketidakmampuan kita dalam memecahkan suatu masalah besar atau memenuhi kebutuhan hidup.

  • Chronic Anger

Kemarahan jenis ini adalah kumpulan kemarahan yang sebelumnya Anda tahan beberapa lama. Meskipun seandainya Anda bisa menahannya, kemarahan ini akan mengaburkan kondisi mental dan penilaian Anda. Para psikiater telah menyatakan kemarahan ini sebagai masalah yang serius, yang bahkan dapat memengaruhi kesehatan fisik Anda.

  • Volatile Anger

Jenis kemarahan ini muncul dalam bentuk ledakan yang kasar dan keras. Terkadang, pemicunya adalah sesuatu yang kecil atau sepele. Kemarahan ini menyebabkan seseorang mampu melukai, dan bahkan melakukan hal berbahaya, dan sulit mengendalikan perasaannya sendiri. Kemarahan ini muncul diiringi dengan kekerasan fisik.

Anda tidak harus menahan kemarahan Anda. Namun, Anda akan mendapat masalah jika Anda tidak dapat mengontrolnya secara normal. Pertanyaannya sekarang adalah: bagaimana Anda tahu jika kemarahan Anda telah menjadi sebuah gangguan?

Tanda-Tanda Anda Mengalami Gangguan Kemarahan

Gangguan kemarahan memiliki tanda-tanda secara fisik, perilaku, dan emosional. Tanda-tanda fisik misalnya peningkatan denyut jantung, jantung berdebar, napas cepat-cepat, dan otot yang tegang. Jika gangguan kemarahan Anda serius, Anda juga dapat mengalami sakit kepala dan daya tahan tubuh Anda menurun.

Gejala emosional muncul dalam bentuk kemarahan, kebencian, dan kekesalan yang berlebihan. Bisa saja gejala ini muncul dari sebuah masalah yang sepele. Anda juga bisa mengalami kecemasan dan kegugupan, serta frustasi, saat Anda harus menyelesaikan masalah yang bisa dihadapi orang lain dengan mudah.

Gangguan kemarahan juga bisa muncul dari perilaku kita. Kita bisa saja “meledak” tanpa peduli situasi. Anda akan melawan, melukai, mencaci orang lain, baik dengan perkataan atau tindakan kasar. Sebagian besar kasus penganiayaan dan pembunuhan terjadi setelah pelaku meledak kemarahannya.

Apa yang Dimaksud Pengendalian Emosi?

Sulit untuk mengontrol kemarahan Anda? Cobalah terapi pengendalian emosi.

Pada dasarnya, pengendalian emosi adalah sebuah terapi yang membantu Anda mengekspresikan kemarahan dengan cara-cara sehat. Tidak seperti yang kebanyakan orang pahami, pengendalian emosi bukan bagaimana “menahan” atau “menyembunyikan” kemarahan. Melainkan, tujuannya adalah mengekspresikan kemarahan tanpa diiringi kekerasan verbal atau fisik.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan emosi Anda. Antara lain:

  1. Ketahui penyebab kemarahan Anda

Setiap ledakan kemarahan pasti ada alasannya, namun terkadang susah diketahui. Untuk melatih pengendalian emosi Anda, terapis mengarahkan Anda menemukan sebab kemarahan

  1. Mengendalikan ledakan amarah

Terapi pengendalian emosi melatih Anda mengenali tanda-tanda awal ledakan amarah. Anda bisa mengendalikan ledakan tersebut jika Anda tahu perilaku apa yang harus Anda kendalikan. Anda akan lebih mengenali diri Anda sendiri jika Anda paham bahwa amarah bisa memberi dampak pada tubuh Anda. Hal ini adalah bagian penting untuk mengontrol amarah Anda.

  1. Pelajari cara-cara meluapkan emosi

Mereka yang memiliki gangguan kemarahan tidak bisa meluapkan emosi dengan cara lain selain kemarahan. Dalam terapi pengendalian emosi, Anda akan belajar cara-cara  sehat untuk meluapkannya. Dengan demikian, Anda tidak harus selalu gampang marah.

  1. Komunikasi dengan lebih baik

Gangguan kemarahan mengaburkan kemampuan ada untuk bertukar ide, perasaan, dan berbagai bentuk ekspresi lainnya. Pengendalian emosi membantu anda untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. Anda bisa mendiskusikan masalah dengan orang lain tanpa harus bersikap menghakimi atau menggeneralisir.

Jika kemarahan Anda terhubung dengan suatu masalah psikologis dasar, Anda akan mendapatkan penanganan untuk semuanya. Obat-obatan mungkin diperlukan untuk penderita gangguan kemarahan yang parah yang didasari oleh kecemasan atau depresi. Prozac adalah antidepresan yang populer, sementara lithium membantu mengelola emosi.

Tips untuk Tenang

Terakhir, Anda harus belajar cara “menjadi tenang” dengan cepat ketika Anda rasakan kemarahan Anda akan meledak. Tutup mata Anda dan hitung dari 1 hingga 10. Atau, Anda bisa berjalan santai selama 10 menit atau mengambil napas dalam-dalam sambil memijat otot yang tegang.

Cara baik yang lain adalah fokuskan diri Anda pada sensasi yang dialami oleh semua indera. Cium aroma parfum favorit Anda, minum minuman yang manis dan menyegarkan, atau dinginkan diri di bawah hembusan AC. Semua sensasi ini dapat membantu mengalihkan Anda dari awal kemarahan.

Kesimpulan

Terapi pengendalian kemarahan adalah cara mengatasi gangguan kemarahan jika Anda tidak bisa lagi mengendalikannya. Selain melalui bantuan profesional, Anda juga dapat mempelajari trik menjadi “tenang” dan bagaimana mengubah pikiran Anda ketika kemarahan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like