Inilah Bagaimana Cara Memahami dan Mengatasi Perilaku Pasif Agresif

pasif agresif

Percaya atau tidak, perilaku pasif agresif termasuk salah satu perilaku berbahaya yang paling umum dan bisa dialami siapa saja dalam hidup. Yang lebih rumit lagi, setiap orang juga bisa menjadi korban atau pelaku dari perilaku tersebut. Dan meskipun banyak orang lebih condong ke salah satu sisi saja, perilaku tersebut tetap berbahaya bagi kehidupan sosial Anda. Oleh karena itu, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasinya, baik sebagai pihak yang memberi atau menerima.

Tapi sebelum itu, mari cari tahu apa itu perilaku pasif agresif

Seperti namanya, perilaku khusus ini melibatkan tindakan agresif terhadap sesuatu atau seseorang, walaupun lebih pasif. Ini artinya saat seseorang marah terhadap sesuatu, mereka tidak menunjukkan emosinya secara langsung. Namun mereka menunjukkan ketidaksetujuan dengan tindakan seperti menjadi keras kepala, bersungut-sungut, bahkan menunda pekerjaan. Dan lebih seringnya mereka akan berkata bahwa mereka tidak marah, meski sebenarnya mereka merasakan hal tersebut.

Jika perkembangan perilaku pasif agresif ini menuju ke arah yang demikian, maka yang bersangkutan telah memungkiri emosi mereka sendiri. Tidak hanya itu, mereka bahkan tetap diam saat mendiskusikan masalah ini, yang akhirnya tidak menyelesaikan apapun dan menghambat komunikasi itu sendiri. Ini akan mengarah pada kerusakan hubungan antar teman, pasangan, kolega, dan secara keseluruhan dengan setiap orang dalam hidup mereka.

Terdengar berbahaya, bukan? Untuk menambah luka yang ada, perilaku pasif agresif dapat terjadi kapan saja dan tanpa penyebab, bahkan ketika Anda sudah berkencan atau menikah. Sebuah hubungan pasif agresif akan menguras energi Anda, karena jalur komunikasi telah ditutup, dan tinggal Anda seorang diri. Anda harus memikirkan diri sendiri, berinisiatif menjalin komunikasi, dan masih saja terkena getahnya karena membahas topik tersebut.

Tapi mengapa pasif agresif menjadi perilaku yang umum?

Setiap orang bisa memiliki perilaku ini kapan saja dan dimana saja, baik itu bersama pasangan atau saat di kantor. Bahkan sahabat baik Anda pun tidak luput dari situasi ini. Ini karena perilaku pasif agresif mulai berkembang sebagai respons Anda terhadap interaksi dengan lingkungan. Seorang pasif agresif yang lebih parah bahkan telah menunjukkan bibit perilaku ini sejak kecil. Tapi bagaimana bisa?

Disebabkan adanya waktu-waktu dan tempat dimana menunjukkan emosi secara langsung tidaklah mudah, bahkan mustahil. Untuk menghadapinya, seseorang mencari cara untuk menunjukkan emosi kepada orang lain dengan perilaku yang lebih pasif. Jika mereka ditempatkan dalam lingkungan tersebut dalam waktu lama, perilaku ini akan merasuk semakin dalam ke diri mereka dan menjadi sebuah kebiasaan. Sebagai hasilnya, orang-orang seperti ini akan menyebarkan negativitas di sekitarnya.

Betapapun berbahayanya, Anda tetap harus menjalani hidup dan menghadapi perilaku pasif agresif ini. Meskipun demikian, bagaimana Anda bisa menangani tekanan saat menghadapi seseorang dengan kepribadian seperti ini?

Inilah cara menghadapi seorang pasif agresif sebagai korban

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa dengan cepat setiap gejala pasif agresif pada si pelaku. Mereka mungkin hadir dalam bentuk sering menunda-nunda sesuatu, menggerutu, menarik diri, atau memuji dengan setengah hati. Begitu Anda menemukan polanya, Anda bisa mendiskusikan isu tersebut secara tidak langsung. Jika seseorang marah saat disuruh membersihkan sisa-sisa makan malam mereka, misalnya, Anda bisa berkata “Mengapa kamu marah hanya karena aku memintamu untuk membersihkan kotoranmu sendiri?”

Ada kemungkinan si pasif agresif akan mengakui kemarahan mereka dan minta maaf, namun seringnya mereka akan mengelak. Mereka akan menyerang Anda balik dengan kata-kata kasar, bahkan semakin melukai Anda dengan menyebutkan kembali kesalahan masa lalu Anda. Jika kejadiannya seperti ini, pilihan terbaik adalah tetap tenang, jaga jarak, dan tinggalkan mereka sendiri. Biasanya kemarahan mereka akan hilang seiring berjalannya waktu dan mereka akan bisa mendiskusikan isu tersebut dengan Anda.

Tapi bagaimana jika Anda menjadi pelakunya?

Inilah ciri manusia: Mereka cenderung mudah menunjuk kesalahan orang lain, tapi sulit melihat kesalahan sendiri. Terkadang sulit untuk mengakui bahwa Anda juga memiliki perilaku pasif agresif yang berbahaya bagi orang lain. Karena itu coba tanyakan pada diri Anda, sadarkah Anda akan perilaku tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut:

  • Apakah saya menghindari seseorang yang saya benci?
  • Saat saya marah pada seseorang, apakah saya melakukan sesuatu yang akan mengganggu mereka?
  • Apakah saya sering menggerutu?
  • Saat saya marah pada seseorang, apakah saya tidak mau berbicara pada mereka?
  • Apakah saya terlalu sering menggunakan sarkasme dalam percakapan?

Jika Anda menjawab ya pada setidaknya 3 dari 5 pertanyaan di atas, kemungkinan besar Anda punya perilaku pasif agresif. Oleh karena itu, Anda harus tahu bagaimana cara menghadapi pasif agresif dengan meningkatkan kesadaran diri. Pahami mengapa Anda marah dan belajarlah untuk mengekspresikan kemarahan dan ketidaksetujuan melalui cara-cara yang tidak membahayakan. Memperbaiki perilaku dan hubungan yang rusak akan membutuhkan waktu, tapi pada akhirnya segalanya akan jadi lebih baik.

Kunci untuk menangani perilaku pasif agresif adalah dengan mengenali seseorang yang memiliki perilaku tersebut, baik itu orang lain atau diri sendiri. Dengan memahami gejala pasif agresif, Anda bisa menghadapi masalah tersebut dan diharapkan dapat menjadi seseorang yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like