Intuisi vs Sensing: Mana Preferensi Anda

Intuisi vs sensing mungkin terlihat berlawanan namun memiliki kesamaan. Keduanya memproses dan menerima informasi baru menggunakan lima indera, meskipun tipe sensing lebih mengandalkan kelimanya. Baik pilihan intuisi maupun sensing memiliki strategi yang berbeda dalam pendekatan hidup, tergantung pada situasi dan kondisi. Seorang intuisi biasanya hidup di masa depan dan cenderung membuka kemungkinan pada hidup yang mungkin terjadi di masa depan. Sementara itu, seorang sensing fokus pada hidupnya di masa kini dan bergantung pada data faktual.

Intuisi vs Sensing: Perbedaan Berdasarkan Definisi

Intuisi dan sensing adalah preferensi yang ada pada Myers-Briggs Type Inventory (MBTI). Banyak orang tampaknya bingung membedakan antara preferensi intuisi dan sensing.

Intuisi

Seseorang dapat tergolong dalam preferensi intuisi ketika ia memproses data secara mendalam. Preferensi ini ditandai dengan kecenderungan untuk mempercayai “indera keenam” atau alam bawah sadar, perasaan, atau intuisi dalam melakukan sesuatu. Jika Anda lebih suka menggunakan intuisi dalam memutuskan sesuatu, Anda mungkin masuk preferensi intuisi. Inilah beberapa karakteristik yang mengindikasikan seseorang tergolong dalam preferensi intuisi atau tidak.

  • Idealis, berdaya cipta, dan imajinatif.
  • Terbuka dengan ide-ide dan inspirasi baru.
  • Suka membuat perubahan daripada hidup dalam ketidaksempurnaan.
  • Cenderung fokus pada masa depan.
  • Kurangnya tekad, teoretis, dan tidak praktis menurut preferensi sensing.

Sensing

Seseorang yang tergolong dalam preferensi sensing sebagian besar fokus pada data yang diambil dari pengalaman langsung dan kelima indera. Dibandingkan dengan preferensi intuisi, sensing cenderung menciptakan data dari pikiran sadar melalui data dan fakta yang solid dan bersedia menggali secara lebih detil dari situasi tertentu. Beberapa karakteristik yang menunjukkan seseorang adalah preferensi sensing antara lain:

  • Fokus pada realitas daripada bercita-cita mengubah dunia.
  • Praktis dan riil, menggunakan akal sehat.
  • Suka menggunakan logika dan berpikir dalam urutan yang detil.
  • Mampu mengelola diri dengan baik melalui pembuatan jadwal yang jelas.
  • Menggunakan keterampilan dalam situasi tertentu.
  • Terlihat berpikiran pendek dan sembrono menurut preferensi intuisi.

Untuk menyimpulkan kedua definisi di atas, seorang intuisi akan menggunakan fakta dan menggali data lebih dalam. Sementara preferensi sensing lebih mengandalkan akal dan intuisi dalam melakukan sesuatu.

Beberapa Kelemahan Memiliki Preferensi Intuisi dan Sensing

Baik intuisi maupun sensing memiliki karakteristik unik masing-masing. Seorang yang merupakan tipe intuisi dapat mengambil keuntungan dari situasi dimana mereka membuat ide dan menemukan hal yang kreatif. Sementara itu, tipe sensing akan menghadapi kesulitan ketika mereka harus mengeksplorasi sebuah ide dan harus menjadi lebih kreatif. Di sisi lain, tipe sensing dapat mengambil keuntungan dan situasi dimana mereka harus menemukan data dari fakta yang ada dan menunjukkan keahlian di tempat kerja. Situasi ini mungkin menyulitkan tipe intuisi. Inilah beberapa persepsi negatif dari satu preferensi ke yang lain.

Persepsi Negatif dari Tipe Sensing kepada Tipe Intuisi

  • Tidak praktis dan tidak realistis dalam hal visi dan tujuan.
  • Terlalu imajinatif tanpa fakta-fakta yang mendukung.
  • Tidak menyadari dan sibuk dengan diri sendiri tanpa memperhatikan sekitar.
  • Terlalu sempurna dan teoretis.

Persepsi Negatif dari Tipe Intuisi kepada Tipe Sensing

  • Kurangnya imajinasi dan fokus pada data dan pengalaman.
  • Terlalu faktual dan kurang fokus pada hal yang lebih besar.
  • Terlalu fokus pada saat sekarang dan kurang peduli terhadap masa depan.

Intuisi dan Sensing: Mana yang Lebih Baik?

Dalam hal intuisi vs sensing, perdebatan tidak akan pernah selesai. Intuitif akan berkata bahwa mereka jauh lebih baik karena mereka berpikir lebih dalam dan lebih intelektual. Sebaliknya, sensor akan berpikir bahwa mereka jauh lebih baik dan lebih tinggi karena mereka lebih praktis dan terus fokus pada pentingnya kehidupan saat ini. Jika Anda memperhatikan karakteristik kedua preferensi, masing-masing tidak akan pernah lebih baik dari yang lain. Dalam hidup ini, baik intuisi maupun sensing memiliki fungsinya masing-masing yang saling melengkapi satu sama lain. Bahkan, kita semua memiliki aspek intuisi dan sensing di dalam pikiran kita, dan mereka akan muncul saat kita menghadapi orang-orang, aktivitas, dan fase kehidupan yang berbeda.

Kedua preferensi memiliki kekuatan dan kelemahan. Tipe intuisi dapat menghormati kesadaran akan alam dan fisik yang dimiliki tipe sensing. Di sisi lain, tipe sensing dengan senang hati menghargai ucapan intuitif mengenai pengalaman dan imajinasi yang menuju pada pikiran teradalam dan kemungkinan masa depan. Keduanya saling menyeimbangkan dan melengkapi lingkungan kerja Anda, sehingga saling menguntungkan satu sama lain.

Kesimpulannya, tidak masalah apakah Anda preferensi intuisi atau sensing, Anda harus memaksimalkan kelebihan yang Anda miliki untuk menjadikan hidup Anda lebih baik. Lebih jauh lagi, baik intuisi atau sensing saling melengkapi satu salam lain sehingga dunia akan menyeimbangkannya. Pada akhirnya, apakah Anda tergolong dalam preferensi intuisi atau preferensi sensing, Anda harus saling menghormati dan membawa kedamaian di dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like