Sebuah Pertanyaan Besar dalam Hidup: Mengapa Empati Itu Penting?

Di era teknologi canggih, dunia telah menjadi lebih gila sehingga saya dan Anda bisa duduk bersebelahan di kendaraan umum tanpa mengatakan sepatah kata pun. Bahkan jika kita saling mengenal, hal itu masih bisa terjadi. Dengan ponsel pintar dalam genggaman, interaksi tidak lagi diperlukan. Tidak demikian dengan empati.

Pernahkah Anda melihat wanita hamil berdiri di kereta komuter yang penuh sesak karena tidak seorang pun mau memberinya tempat duduk? Tak usah khawatir, Anda bukan satu-satunya yang melihat hal tersebut. Dunia yang gila ini memang sangat luas, tapi hanya memiliki sedikit empati. Jadi, mengapa empati itu penting? Saya telah memberi beberapa petunjuk di dua paragraf awal; sekarang mari temukan jawabannya di bawah ini.

Apa itu Empati?

Empati adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Empati mendorong perasaan sosial makhluk hidup yang berasal dari dalam hati mereka, bukan hasil paksaan. Empati akan membuat Anda dan saya lebih menyayangi satu sama lain. Lebih jauh lagi, telah banyak penelitian yang menunjukkan kemungkinan untuk meningkatkan kemampuan empati seseorang.

Dalam beberapa tahun terakhir, ahli neurosains telah mengembangkan “neuron cermin”, sebuah konsep yang dimaksudkan meningkatkan kapasitas untuk melihat dan meniru sinyal-sinyal emosi manusia melalui gerakan, ekspresi wajah, dan macam-macam bahasa tubuh lainnya.

Konsep ini mungkin dapat membantu seseorang untuk membagikan pengalaman emosi mereka dan menunjukkan empati lebih dalam terhadap orang lain. Meskipun demikian, pentingnya keberadaan neuron cermin masih menjadi perdebatan.

Jadi, Mengapa Empati itu Penting?

Ya, pertanyaan selanjutnya adalah: mengapa empati itu penting? Sebelum saya mulai menjawab, saya akan memberi Anda petunjuk lain, yaitu kita tidak membicarakan sesuatu dalam skala sempit di sini. Sebagian dari kita masih berpikir bahwa empati adalah faktor kecil yang mendorong manusia untuk melakukan kebaikan bagi orang lain. Tidak, saya khawatir bukan itu yang akan saya bahas. Empati memiliki arti lebih dari itu.

  1. Manusia adalah makhluk sosial

Perspektif kita terhadap manusia sebagai makhluk sosial mungkin berbeda, namun tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar aktivitas yang kita jalani melibatkan interaksi dengan orang lain. Oleh sebab itu, kemampuan untuk memahami orang lain dengan baik dan membaca emosi serta perasaan mereka adalah berkat luar biasa bagi mereka yang memilikinya.

Kelebihan memiliki rasa empati yang tinggi adalah mampu membaca maksud orang lain, memahami bagaimana pendapat orang lain tentang Anda, menjadi lebih obyektif dalam menyelesaikan masalah—karena Anda bisa melihat sisi positif dan negatif dalam segala hal, lebih bijaksana dalam membuat keputusan, dan akhirnya dihormati oleh orang lain karena Anda selalu berusaha memperlakukan mereka dengan baik.

  1. Empati dapat meningkatkan karir dan bisnis Anda

Apapun karir yang Anda tekuni atau bisnis yang Anda jalankan dan apakah Anda bekerja sebagai karyawan atau pengusaha, empati dapat membuka kesempatan besar bagi Anda—terutama kesempatan-kesempatan emas.

Kerjasama yang baik dalam bisnis atau antara rekan kerja biasanya dibangun atas dasar kepercayaan dan kepercayaan Anda dapatkan ketika Anda mampu memahami kebutuhan dan ekspektasi orang lain. Untuk bisa melakukannya, hal pertama yang Anda butuhkan tidak lain adalah empati.

  1. Empati menyingkirkan batas-batas antara Anda dan orang lain dengan komunikasi non-verbal

Dengan empati, Anda akan bisa membaca hal-hal yang tersembunyi ketika Anda berbicara dengan seseorang yang tidak pandai mengekspresikan perasaan mereka melalui kata-kata. Itu karena Anda berbicara dengan mereka dari hati Anda.

  1. Mudah meyakinkan dan memotivasi orang lain

Memiliki empati artinya Anda dapat melihat dunia ini dari sudut pandang banyak orang karena Anda telah melakukan usaha terbaik untuk “memposisikan diri Anda sebagai mereka.” Hal juga berarti Anda bisa dengan mudah meyakinkan dan memotivasi orang lain melalui banyak cara untuk meraih tujuan dan maksud Anda sendiri. Pendekatan pribadi ini sangat penting dalam hidup—terutama jika Anda adalah pemimpin, komandan, pendeta, motivator, atau pelatih.

  1. Anda bisa menjalani hidup secara maksimal

Memiliki empati yang kuat membuat Anda mampu melihat dunia ini dari berbagai sudut pandang berbeda. Begitu Anda sampai pada titik itu, jangan terkejut dengan hal-hal yang tak terduga—seperti prediksi atau bahkan pertanda akan berbagai hal. Tidak perlu khawatir, karena itu artinya Anda telah melebarkan batas Anda dan menjalani hidup secara maksimal.

Terlalu Empatik dapat Membunuh Anda?

Jika simpati hanya berarti merasakan kesedihan atau dukacita yang sedang dialami seseorang, empati mendorong Anda untuk berbelas kasih juga—tidak peduli bagaimana mereka memperlakukan Anda. Saya tahu, kedengarannya terlalu positif, bukan? Faktanya, memang terlalu naif jika Anda menunjukkan empati tanpa rasionalitas sama sekali.

Lebih jauh lagi, terlalu banyak empati tentunya akan mengganggu logika Anda dalam membuat keputusan, hasilnya Anda hanya mengikuti kata hati dan bukannya otak, dan akhirnya membahayakan diri Anda dengan banyak resiko yang tidak Anda sadari—karena Anda berpikir terlalu positif.

Jadi, sekarang Anda sudah menemukan jawaban dari pertanyaan besar dalam hidup: “mengapa empati itu penting?”, Anda juga sudah tahu dampak buruk jika terlalu empatik. Empati pada dasarnya adalah sesuatu yang membuat kita menjadi manusia, sehingga Anda hanya perlu menjadi manusia. Anda bukanlah malaikat; jangan bertindak terlalu jauh. Nikmati setiap detik dalam hidup!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like