Mengapa Anda Harus Memiliki Mentalitas Berkelimpahan

“Dunia ini cukup besar untuk kita.”

“Ketika orang lain meraih prestasi, saya ikut bahagia.”

“Saya tidak akan tumbuh jika saya tidak mencoba, tapi saya juga tahu kapan saya harus berhenti.”

Jika Anda mengamini semua ungkapan di atas dan bahkan menerapkannya dalam hidup, Anda mungkin memiliki mentalitas berkelimpahan. Seperti namanya, mentalitas berkelimpahan adalah kondisi mental yang merasa dunia sebagai tempat yang besar, kaya, dan penuh dengan kemungkinan. Artinya, selalu ada bagian untuk semua orang.

Dalam dunia dimana semua orang sibuk membandingkan diri mereka dengan orang lain, memiliki mentalitas seperti ini akan membuat Anda menjadi pribadi yang dewasa dan bijaksana. Inilah segala sesuatu yang perlu Anda ketahui tentang kondisi mental yang sangat positif ini, dan bagaimana Anda bisa mencapainya.

Mentalitas Berkelimpahan vs Kekurangan

Stephen Covey, penulis buku 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif, membandingkan mentalitas “kelimpahan” dengan “kekurangan”. Menurutnya, orang dengan mentalitas kekurangan selalu berpikir bahwa tidak segala sesuatu yang cukup di dunia ini. Artinya, kita harus bersaing, menginjak, dan bersikap egois untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Mentalitas kelimpahan adalah sebaliknya.

Jika Anda memiliki mentalitas kelimpahan, Anda memandang dunia sebagai tempat yang luas, dimana seseroang bisa mendapatkan “irisan pai” yang sama. Anda berpikiran luas dan percaya bahwa ada tempat untuk setiap orang. Hal ini mencegah Anda merasa negatif dan marah ketika orang lain meraih kesuksesan.

Mentalitas kelimpahan juga mencegah Anda menempatkan prioritas yang salah. Karena Anda tidak melihat dunia sebagai tempat yang “sempit”, Anda menghindari beban karena harus bersaing atau membandingkan diri dengan orang lain. Anda tahu apa yang ingin Anda capai dalam hidup, dan Anda tidak risau dengan kesuksesan orang lain dalam hal apapun.

Perbedaan antara Mentalitas Kelimpahan dan Kekurangan

Beberapa karakteristik kunci membedakan mentalitas kelimpahan dan kekurangan. Berikut adalah tujuh perbedaan utama antara keduanya.

  • Menerima vs menghindari perubahan

Mentalitas kelimpahan membiarkan Anda untuk menerima perubahan sebagai bagian tak terpisah dalam hidup. Anda memahami bahwa perubahan tidak dapat dihindari, dan selalu siap untuk menghadapi tantangannya. Anda selalu mencoba meraih yang terbaik dari perubahan tersebut.

Mentalitas kekurangan membuat Anda takut pada perubahan. Anda merasa bahwa dunia tidak menawarkan sesuatu yang berharga. Oleh karenanya, Anda menghabiskan waktu mencoba menghindari perubahan, mungkin sambil merengek dan mengeluh sepanjang waktu.

  • Mentalitas bertahan vs korban

Ketika Anda berpikir bahwa dunia ini luas, melimpah, dan penuh dengan kemungkinan, Anda tidak akan pernah menyerah. Setiap kegagalan atau bencana adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa Anda adalah orang yang ulet. Mentalitas bertahan telah membantu banyak orang melewati banyak situasi sulit.

Jika Anda memiliki mentalitas kekurangan. Anda akan selalu menempatkan diri Anda sebagai korban. Anda melihat dunia sebagai tempat yang selamanya negatif, tanpa harapan dan kemungkinan.

  • Murid kehidupan” vs “serba tahu”

Mentalitas kelimpahan mendorong orang untuk selalu belajar. Anda tidak pernah merasa tahu segalanya. Anda selalu menginginkan kesempatan untuk belajar, memahami, dan membuat diri Anda menjadi lebih baik. Anda juga tidak ingin bertindak arogan, karena orang lain tahu apa yang Anda tidak tahu.

Orang dengan mentalitas kekurangan tidak ska berpikir bahwa orang lain lebih tahu. Mereka selalu ingin berada di atas semua orang, bahkan menyombongkan pengetahuannya. Karakter ini menutup kemampuan mereka untuk belajar dan berkembang, membatasi pandangan mereka.

  • Aktif vs pasif-reaktif

Orang dengan mentalitas kelimpahan memiliki pendekatan proaktif dalam hidup. Karena mereka melihat dunia yang penuh dengan kemungkinan, mereka tidak takut mengambil inisiatif dan mencoba hal-hal baru. Mereka juga membuat rencana hidup yang rapi dan strategis, sehingga siap kapan saja tantangan muncul.

Mentalitas kekurangan membuat orang bertindak lebih pasif karena mereka cenderung memiliki pandangan pesimistis terhadap masa depan. Mereka hanya bereaksi ketika sesuatu yang negatif terjadi, dan hal itu tidak membantu mereka sama sekali.

Seseorang dengan mentalitas kelimpahan merasa turut berbahagia dengan tulus ketika orang lain meraih prestasi. Sebaliknya, orang dengan mentalitas kekurangan merasa marah dengan hal tersebut, dan bahkan membandingka diri mereka dengan orang lain.

Bagaimana Menumbuhkan Mentalitas Kelimpahan

Anda bisa melatih pikiran Anda untuk menumbuhkan mentalitas kelimpahan. Berikut beberapa tips-nya:

  • Hargai kelebihan Anda

Buatlah daftar kualitas positif yang Anda miliki. Tuliskan dalam selembar kertas untuk membuatnya lebih realistis. Ucapkan dan ulangi di depan cermin setiap pagi untuk mengingatkan diri Anda.

  • Tunjukkan respons positif pada kekayaan/keberhasilan orang lain

Ketika seseorang yang Anda kenal mengalami sesuatu yang baik, jangan menahan ekspresi positif dalam diri Anda. Mengucap selamat atau memuji mereka mungkin terasa aneh pada awalnya, tetapi Anda akan mendapatkan pengalaman yang positif juga.

  • Kelilingi diri dengan orang-orang positif

Pikiran Anda bisa terpengaruh oleh orang-orang di sekitar Anda. Isi hidup dengan orang-orang yang membawa pengaruh positif. Bahkan jika satu atau dua orang punya kecenderungan mentalitas kekurangan, memiliki banyak teman yang positif dapat mengalahkan pengaruh mereka.

  • Anggap kemalangan sebagai kesempatan

Ketika kemalangan atau hal buruk terjadi, ubah cara Anda memandangnya. Pikirkan tentang kesempatan-kesempatan yang mungkin Anda dapatkan untuk belajar dan menjadi lebih kuat dari pengalaman tersebut.

Pada akhirnya, pikirkan dunia sebagai tempat yang lebih besar dari anggapan Anda. Setiap orang mendapatkan kesempatan mereka masing-masing di dunia, begitu pula Anda.

Memiliki mentalitas kelimpahan akan membantu Anda menjadi orang yang optimis dan tidak mudah marah. Cobalah mengembangkan karakteristik tersebut, dan lihat bagaimana persepi Anda tentang dunia akan jadi jauh lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like