Bagaimana Cara Mencegah Transferensi agar Tidak Merusak Hubungan Anda

Tidak semua orang mengerti katatransferensi”, akan tetapi konsep ini sering kali muncul dalam hubungan asmara. Transferensi dalam hubungan bagi sebagian orang dapat menyebabkan terulangnya sejarah pelecehan oleh pasangan, jatuh cinta dengan orang yang toxic, atau gagal untuk membentuk keintiman dengan pasangan mereka. Dengan memahami konsep ini, hal ini akan membantu Anda untuk mengambil langkah pertama dalam mencegahnya rusaknya upaya Anda untuk membentuk hubungan yang sehat.

Definisi Transferensi

Istilah “transferensi” mulai muncul di era psikoanalisis. Hal Ini mengacu pada pengalihan sentimen, perasaan, atau emosi yang dialami di masa lalu untuk objek atau orang pada hari ini. Dahulu, istilah ini populer di kalangan terapis yang menggunakannya untuk menggambarkan “koneksi” yang terjadi antara terapis dan klien.

Sekarang, transferensi telah menjadi istilah populer untuk menggambarkan beban psikologis masa lalu, yang mempengaruhi hubungan saat ini. Transferensi menyebabkan seseorang memproyeksikan pengalaman masa lalunya ke masa kini. Pikirkan tentang saat-saat Anda mendengar perkataan seperti, “Jangan perlakukan saya seolah-olah saya ini ibu Anda”, atau “Kekerasan yang dilakukan oleh ayah saya membuat saya takut untuk berhubungan serius dengan pria”.

Transferensi mungkin memiliki dampak positif untuk membentuk keakraban saat berhubungan dengan orang baru. Namun, ketika ada banyak beban psikologis negatif, transferensi dapat mencegah terciptnya hubungan yang penuh makna.

Bentuk transferensi negatif dalam hubungan

Ada beberapa transferensi negatif yang mungkin dialami dalam suatu hubungan, yaitu:

  • Idealisasi yang berlebihan

Idealisasi terjadi ketika Anda mencoba untuk “mengisi kesenjangan” antara apa yang Anda ketahui tentang mitra potensial dan kepribadiannya yang sesungguhnya dengan menciptakan gambaran yang terlalu ideal. Sebagai contoh, jika ayahmu dingin, Anda mungkin membayangkan orang yang potensial sebagai “ksatria pelindung” atau sumber pengganti kasih sayang.

  • Proyeksi negatif

Jika Anda memiliki banyak kemarahan atau pahit getir dari pengalaman masa lalu, Anda dapat memproyeksikannya pada orang yang Anda cintai. Sebagai contoh, jika orang tua Anda sering menuntut dan menekan Anda, Anda sangat mungkin menyerang orang yang Anda cintai ketika ia tidak mengikuti “standar” yang sesuai.

  • Penghindaran

Rasa takut yang berlebihan terhadap suatu hubungan percintaan dapat terjadi jika seseorang merasakan trauma akibat hubungan yang buruk. Hal ini dapat terjadi pada seseorang dari keluarga yang pecah atau mereka yang berhasil keluar dari hubungan yang tidak sehat.

  • Oedipal-type transference

Jenis transferensi ini menjelaskan orang yang jatuh cinta dengan orang lain yang menyerupai orang tua mereka (ayah atau ibu). Meskipun tidak salah, hal ini dapat menyebabkan Anda mengabaikan kepribadian asli pasangan Anda dilakukan secara berlebihan

Transferensi negatif ini dapat mempengaruhi hubungan melalui banyak cara. Hal tersebut dapat mengurangi kualitas komunikasi antara pasangan. Ia juga dapat membuat orang bertindak secara tidak proporsional ketika menghadapi masalah dengan pasangan mereka. Anda harus menyelesaikan urusan Anda yang belum selesai atau beban masa lalu untuk mencegah transferensi yang dapat merusak hubungan Anda.

Langkah Pertama: Mengenali Ciri-ciri Transferensi

Bagaimana Anda tahu kapan transferensi terjadi? Jika Anda berada dalam sebuah hubungan, perhatikan tanda seperti ini:

  • Obsesi terhadap suatu hubungan, terlepas dari kerusakan atau konflik yang tak berujung
  • Desakan untuk mengubah orang lain agar sesuai dengan ekspektasi
  • Rasa benci yang tidak dapat dijelaskan atau daya tarik terhadap seseorang, sering kali tidak didasarkan pada realitas
  • Kekecewaan dari perbedaan drastis antara fantasi dan kenyataan
  • Mudah tersinggung terhadap perilaku atau perkataan orang lain
  • Emosi yang kuat (positif atau negatif) ketika pasangan Anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang spesifik

Dengan mengenali ciri-ciri ini, Anda mengetahui bahwa Anda sedang memproyeksikan hubungan masa lalu ke masa kini. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mendapat dukungan sosial maupun professional yang mampu memberikan sudut pandang dari luar. Mereka juga membantu ketika hubungan Anda sudah berada dalam tahap toxic dan membutuhkan intervensi.

Tips untuk Menghadapi dengan Transferensi dalam Hubungan

Jika Anda berada dalam toxic relationship dan menyebabkan Anda (atau pasangan Anda) mendapat perlakuan kasar, mintalah bantuan orang lain untuk mencari jalan keluarnya. Namun, jika transferensi terjadi dalam sebuah hubungan yang masih dapat diperbaiki, Anda dan pasangan Anda dapat mengusahakannya. Berikut adalah beberapa tips untuk berhenti memproyeksikan masa lalu dan mulai berfokus pada masa kini:

  • Lakukan reality check pada transferensi Anda

Cari tahu dengan pasti apa penyebab transferensi Anda dengan mengajukan sebuah pertanyaan yang jujur, seperti “Pasangan saya mirip siapa?” Tulislah pertanyaan dan jawabannya dalam jurnal. Berikan deskripsi rinci tentang hal yang membuat mereka mirip. Ini akan memberikan bukti tertulis dari penyebab transferensi Anda.

  • Tanyakan kepada pasangan Anda tentang perasaannya

Duduklah bersama pasangan Anda dan tanyakan tentang bagaimana perasaannya terhadap Anda. Mintalah pasangan Anda untuk bersikap jujur mengenai tindakan atau perkataan tertentu yang membuat mereka merasa tidak dihargai, disalahpahami, disalahkan, diubah secara paksa, atau perasaan negatif lainnya.

  • Hadapi masa lalu Anda

Telusuri ingatan masa lalu Anda dan cari tahu lebih banyak tentang kekurangan Anda di masa lalu. Bisa jadi Anda kurang kasih sayang, ketegasan, perhatian, apresiasi, atau bahkan kombinasi dari semua itu. Anda mungkin perlu membicarakan hal ini dengan anggota keluarga atau berbicara dengan seorang terapis karena ingatan atau represi yang Anda alami dapat mengaburkan penilaian Anda terhadap pasangan.

Setelah mengetahui akar permasalahannya, cobalah kunjungi beberapa terapis bersama pasangan Anda. Jika hubungan Anda layak untuk dipertahankan, Anda harus bekerja sama dengannya untuk memecahkan masalah transferensi.

Transferensi dalam hubungan menyebabkan orang menilai pasangan atau orang terdekat dengan cara yang tidak realistis. Kenali masalah ini agar Anda memiliki tujuan hubungan yang lebih sehat dan lebih realistis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like